Oleh: Felicia Tamarind – IX C

            Sungguh kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, mempertemukan kami di hari besar umat Islam di seluruh penjuru dunia di tempat yang setidaknya kami banggakan. Ucapan salam dan saling memaafkan terasa begitu kental saat memasuki area sekolah kami.

            Kegembiraan dan kehangatan menjalari tubuh kami satu per satu. Dengan sabar, kami menyelesaikan upacara pada hari senin pagi dengan khidmat. Setelah itu, kami mendengarkan beberapa kalimat-kalimat penggugah dari sang pembesar, dan juga penyerahan hewan yang akan dikurbankan. Beberapa dari kami juga ada yang memberikan hewan kurban untuk sekolah yang alhamdulillah dapat kami manfaatkan.

            Asyiknya merasakan asap tebal mengelilingi kami yang mengibaskan panggangan yang di atasnya terdapat sate yang menghitam atau pun gelinya kami saat melihat pertunjukan pentas seni yang menghebohkan; terpesona pada alunan indah yang dilantunkan kedua teman kami, tertawa saat melihat adegan parody OVJ dan atau tergelak pada lirik lagu I’m Yours yang mengada-ngada. Seolah sulit dijelaskan di dalam sepucuk surat, kami takkan menunggu untuk seseorang menceritakannya pada kami betapa menggembirakannya lomba ini.

            Meski hangus, kering, pahit ataupun alot, namun kami tetap menyantap hasil masakan kami dengan penuh sukacita bersama dengan teman-teman satu kelas kami. Beberapa dari kami memang tidak mendapat jatah bagian yang memuaskan, namun setelah itu para guru membagikan makanan untuk dimakan bersama di lapangan. Meskipun, tentu saja, sebagian dari kami yang sudah terisi penuh pun dengan berat hati menolak makanan yang dibagikan.

            Pengumuman pemenang lomba pun dilangsungkan setelahnya. Meski kami berusaha sebaik mungkin, namun tetap saja yang terbaiklah yang dipilih. Sambil menahan napas, kami berdoa, berharap mendapatkan gelar yang dapat mengharumkan kelas kami. Jeritan dan hembusan napas beradu ketika sang pembawa acara selesai membacakan pengumuman pemenang. Kami semua pun bertepuk tangan, entah kalah atau menang, namun kami merasakan kegembiraan yang sama juga rasa saling menghargai.

            Ditutup dengan sebuah lagu yang dinyanyikan Kepala Yayasan kami, Pak Ivan yang mendendangkan lagu dari Band ternama, kami mengangkat tangan dan melambaikannya sejalan dengan musik tersebut, terasa semakin lekat kebersamaan kami yang semoga akan terus terjalin seiring berjalannya waktu dan akan terus terurai jemari kami yang bergenggaman satu sama lain. Aamin.